Mutiara kata

” Tidaklah aku berdiskusi dengan orang lain kecuali aku berharap Allah menampakkan kebenaran melalui lisan/ tulisannya”. (Imam Syafi’i)

Diskusi dan komentar

Biwaddo Hartoko

Berbicara tentang perbedaan, tentu tidak ada di antara kita yang dapat lepas darinya. Sebab, perbedaan merupakan keniscayaan yang tak dapat dihindari. Oleh karenanya, perbedaan perlu disikapi secara bijak.

Forum ini diharapkan dapat mendatangkan manfaat sebagaimana yang dikatakan oleh Al Barbahari: “Mengadakan majelis untuk saling menasehati akan membuka pintu kebaikan. Adapun bermajelis untuk berdebat hanya akan menutup pintu kebaikan”.

 

Adab Berdiskusi

  • Ikhlas, sedari awal tujuan diskusi terbuka hendaknya selalu ditujukan semata ikhlas karena Allah dan untuk menemukan jalan yang paling benar. Bukan untuk menunjukkan yang kalah ataupun yang menang. Atau untuk unjuk kecerdasan dan wawasan yang dimiliki.
  • Adil dan Obyektif, artinya tidak ta’assub (fanatik) terhadap pendapat tertentu yang jelas-jelas salah. Kadang fanatik dapat membutakan mata hati seseorang yang menyebabkan dirinya kehilangan obyektifitas dalam menilai sesuatu.
  • Santun Bertutur Kata
  • Tidak Terbawa Emosi
  • Menjadi pendengar yang baik
  • Cukup di forum, Adakalanya perbedaan tak dapat disatukan. Masing-masing pihak masih sama seperti sedia kala. Maka apabila hal ini terjadi tidaklah mengapa. Namun yang harus dijaga adalah persatuan. Jangan sampai perbedaan tersebut terbawa hingga ke luar forum yang mengakibatkan permusuhan.